Minggu, 14 Maret 2010

Ujian Iman

Kejadian 22,9-14
Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan." Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku." Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."

______

Banyak kisah-kisah sedih dan menegangkan dalam Alkitab yang sulit kita pahami. Salah satunya adalah kisah Abraham mengorbankan anaknya, Ishak. Bagaimanakah Allah yang kudus membiarkan hamba-Nya melewati cobaan yang seberat ini? Cathryn Luther (isteri Marthin Luther) melihat persoalan ini dan berkata; saya tidak percaya kalau Allah menyuruh seorang ayah mempersembahkan anaknya dan ada 2 alasan (1). Pertama; Allah adalah Allah yang kudus Dia membenci persembahan manusia, jadi Allah tidak dapat menghancurkan kekudusan-Nya. Kedua; Tuhan mengatakan keturunan Abraham akan seperti “bintang di langit dan pasir di laut.” Ibrani 11 mengatakan pemenuhan janji itu akan melalui Ishak anaknya. Jika Ishak disingkirkan, maka janji itu tidak dapat dipenuhi. Di lain pihak Allah tidak mungkin berdusta. Lalu bagaimana? Banyak ahli Alkitab mengatakan bahwa pasal ini adalah kemustahilan yang mungkin hikmat manusia tidak bisa memecahkan hal itu.

Jawabannya terletak pada hubungan istimewa yang Abraham dan Tuhan nikmati. Hubungan bapa-anak yang ada antara Abraham dengan Ishak sama persis dengan hubungan yang ada antara Allah dengan Abraham. Ujian ini sesungguhnya merupakan ujian mutu yang bernilai sama tinggi bagi Abraham maupun bagi Allah yang mengadakan ujian tersebut. Ujian ini bisa berhasil dengan gemilang karena Abraham tahu hati Allah dan sebaliknya Allah mengetahui iman dan hati Abraham. Masalahnya adalah ujian tersebut bukanlah suatu pencobaan untuk melakukan kejahatan. Sebaliknya, ujian itu mempunyai tujuan untuk menguatkan dan membangunnya, sebagaimana halnya sejumlah ujian yang diberikan Allah di padang gurun (2). Allah menguji rekan perjanjian-Nya untuk melihat apakah ia memegang teguh janji itu di pihaknya. Allah tak pernah menguji orang kafir; Ia secara khusus menguji umat-Nya sendiri. Jadi ujian ini selalu merupakan suatu ujian dari Allah sendiri dengan maksud untuk mengetahui apakah Abraham akan mengasihi, takut , taat, menyembah dan melayani Dia.

Saudara yang terkasih, seberat apakah pergumulan, kesulitan, persoalan dan ujian yang kita hadapi saat ini? Apakah kita tetap takut, taat dan mengasihi Tuhan ketika menghadapi pergumulan yang mungkin adalah ujian dari Tuhan, untuk mengetahui seberapa besar keasih kita kepada-Nya? Nick Vujicic, seorang yang lahir tanpa tangan dan kaki mampu berkata, ”Allah tidak akan mengijinkan apapun terjadi dalam hidup kita kecuali Ia memiliki tujuan yang baik di dalam semuanya itu...Jika saya dapat percaya kepada Allah dalam kondisi seperti ini seharusnya Anda dapat percaya kepada Allah dengan kondisi yang anda miliki. Sukacita terbesar dalam hidup saya adalah memiliki Kristus Yesus di dalam hidup saya”. Akhirnya, ujian merupakan salah satu sarana yang melaluinya Allah menghadirkan tujuan-tujuan penyelamatan-Nya. Seringkali manusia tidak tahu mengapa mereka diuji sampai ujian itu usai berlangsung. Hanya sesudah mereka terbukti dipelihara, dimurnikan, didisiplinkan dan diajar barulah mereka bisa melihat di balik situasi tersebut, kuat dalam iman dan diteguhkan untuk menghadapi tugas-tugas yang lebih sulit di masa mendatang. Sebab di balik kesulitan yang kita hadapi Allah menyediakan berkat seperti domba yang disediakan Allah bagi Abraham sebagai pengganti Ishak (ayat 13). Mari kita menjadi orang-orang percaya yang meneladani iman Abraham, sehingga ketika ujian datang kita keluar menjadi pemenang. Amin.



Rabu, 10 Maret 2010

DITINGGALKAN SESAAT, DIKASIHI SELAMANYA

Yesaya 54,7-10
Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau, tetapi karena kasih sayang yang besar Aku mengambil engkau kembali. Dalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau, firman TUHAN, Penebusmu. Keadaan ini bagi-Ku seperti pada zaman Nuh: seperti Aku telah bersumpah kepadanya bahwa air bah tidak akan meliputi bumi lagi, demikianlah Aku telah bersumpah bahwa Aku tidak akan murka terhadap engkau dan tidak akan menghardik engkau lagi. Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau.


______

Kita telah memasuki minggu Letare, yang artinya : Bersukacitalah (Yesaya 66:10). Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk merenungkan perbuatan dan kasih Tuhan yang sungguh besar kepada umat-Nya. Dan sebagai orang percaya, layaklah kita bersukaria, bergirang dan bersorak-sorai karena bagi kita juga telah nyata perbuatan Allah yang menyelamatkan kita. Allah memberikan semangat kepada orang-orang buangan dengan menjanjikan keadaan baru yang mendatangkan berkat dan sukacita. Walaupun Yerusalem kering dan tandus; namun akan tiba saatnya, ketika orang percaya sejati akan berjumlah lebih banyak daripada jumlah mereka sebelum pembuangan.

Bagian ini adalah nubuat yang paling akbar dalam Alkitab mengenai kebesaran Allah dan kemegahan rencana penebusan-Nya. Tuhan berfirman : "Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau, tetapi karena kasih sayang yang besar Aku mengambil engkau kembali." (ayat 7). Umat Allah di pembuangan tidak perlu takut bahwa keadaan mereka yang memalukan itu akan berlanjut selamanya, karena hukuman Allah sebentar lagi akan berakhir dan berubah menjadi keselamatan. Ketika kita terhukum akibat dosa dan pelanggaran kita, Allah seolah-olah menyembunyikan wajah-Nya dan itu hanya sesaat lamanya. Allah akan menaruh belas kasihan kepada umat-Nya yang merana karena dosa. Kata 'sesaat' menekankan bahwa Allah tetap akan menghukum umat yang berdosa tetapi tidak untuk selamanya. Kasih-Nya lebih besar mengatasi murka-Nya. "Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu" (Yeremia 31:3), itulah janji setia Tuhan. Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau (ayat 10).

Lagu himne "The Love of God" melukiskan kasih yang begitu manakjubkannya dari Allah itu :
Walau dengan dawat selaut,
langit dijadikan kertas,
tiap batang sebagai pena dan tiap orang menulis,
tak mungkin akan melukiskan Kasih Allah yang besar,
langit dari timur ke barat tak akan memuatnya.
Artinya kasih allah tidak dapat dijelaskan. Kasih-Nya hanya dapat dialami. Kita didorong untuk menghargai kasih Allah yang menakjubkan ini. Kasih-Nya sangat mengherankan, terutama ketika kasih itu menyentuh kita di saat hidup kita teronggok di titik terendah. Selama saat-saat suram yang gelap itu, kita rasakan Tuhan menghapiri kita dengan rangkulan dan dekapan kasih-Nya. Tidakkah kita patut ber-Letare? bersukacita mengingat kasih Tuhan ini? Mari, nyatakanlah dalam hidupmu bahwa tidak ada kasih yang lebih besar dari kasih Tuhan kita. Amin!

Sabtu, 13 Februari 2010

Pelayan Tuhan : Tugas Yang Mulia

1 Timotius 3 : 1-7
Benarlah perkataan ini: "Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah." Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang, bukan peminum, bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang, seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya. Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah? Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis. Hendaklah ia juga mempunyai nama baik di luar jemaat, agar jangan ia digugat orang dan jatuh ke dalam jerat Iblis.

________
1. Zaman sekarang orang berlomba-lomba untuk tidak mau dicalonkan menjadi penatua (sintua). Banyak saja alasan untuk menolak. Mulai dari merasa diri tidak layak atau pantas, tidak mampu, tidak ada waktu, terlalu sibuk di pekerjaan, masih terlalu muda dan lain sebagainya. Benar, tugas dan tanggungjawab pelayan itu sangat berat karena menyangkut pelayanan kepada jiwa manusia. Kita harus hidup benar dan bisa menjadi contoh bagi orang lain. Karena itulah mungkin banyak yang enggan mau menjadi penatua atau sintua di gereja. Tapi, bagaimanapun beratnya tugas dan tanggungjawab itu, ketidak-mampuan bukanlah menjadi alasan untuk tidak mau melayani atau menjadi pelayan di gereja. Kita semua, baik pendeta, sintua serta pelayan lainnya, semua pada dasarnya adalah orang-orang yang tidak mampu untuk melayani. Kita semua yang terpanggil untuk melayani Tuhan adalah orang-orang yang "dimampukan". Artinya, Tuhan memanggil kita untuk melayani sekaligus memberikan jaminan bahwa Dia akan menguatkan dan menyertai kita setiap saat.
2. Ternyata pada jaman Paulus persyaratan menjadi pelayan Tuhan (waktu itu disebut penilik jemaat=episkopos) termasuk berat. Kekudusan gereja dan para pelayan-Nya serta jemaat harus benar-benar dijaga. Jangan diberikan kesempatan kepada si iblis untuk memanfaatkan pekerja gereja merusak persekutuan kudus Tuhan. Karena itu kualitas hidup dari seorang pelayan harus diukur dari karakter hidup dan moralnya. Tidak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang, bukan peminum, bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang, seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya, janganlah ia seorang yang baru bertobat, mempunyai nama baik di luar jemaat. Sungguh, bagi kebanyakan orang ini adalah persyaratan yang sangat berat. Namun bukan berarti kita tidak bisa memenuhi persyaratan tersebut. Asal kita taat dan yakin bahwa Tuhan memampukan kita menjadi pelayan yang berkarakter hebat seperti Paulus dan Timotius.
3. Ketika kita mampu menampilkan sikap hidup yang seperti itu, maka kita menjadi pelayan yang berwibawa, yang benar-benar dipenuhi oleh Roh Kudus. Pelayan yang berwibawa adalah pelayan yang membuat gaya hidup dan moralnya menjadi tiruan bagi banyak orang. Khotbah yang hidup dan paling berpengaruh besar bagi jemaat adalah kehidupan dari pelayan itu sendiri. Bukan karena kefasihan berbicara saja atau karena mampu menghafalkan ayat-ayat alkitab. Dalam hal apakah kita patut untuk ditiru? Paulus menasihati Timoteus "... Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu". (1 Tim.4:12). Tidak masalah tua ataupun muda, miskin atau kaya, terhina atau terhormat, pelayan atau jemaat, semuanya bisa menjadi teladan bagi orang lain. Siapapun yang menempatkan dirinya menjadi pelayan Tuhan, ingatlah itu pekerjaan yang indah, tugas mulia. Sebab itu jangan takut, jangan mengelak lagi dari panggilan Tuhan. Layanilah Tuhan, layanilah sesama pasti kita akan dimampukan. Tuhan memberkati!


Jumat, 22 Januari 2010

Bahasa Roh: Dari Dan Kepada Allah

Oleh : Pdt. Daniel T.A.Harahap

Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia. (1 Kor.14:2)

Saya tidak mendapat karunia berbahasa roh atau glosolalia. Keluarga saya juga tidak. Dan sebagian besar atau semua anggota jemaat saya, sepanjang pengetahuan saya, juga tidak mendapat karunia khas jemaat Korintus ini. Lantas apa makna ayat hari ini bagi saya dan bagi orang-orang lain yang tidak dapat berkata-kata dengan bahasa Roh?

Pertama: karunia Allah sangat banyak dan masing-masing kita mendapatkan satu atau lebih karunia itu. Bahasa Roh hanyalah salah satu karunia dan bukan satu-satunya. Menurut Rasul Paulus itu juga bukan yang terpenting (karunia yang terpenting atau terutama adalah menyampaikan firman). Sebab itu kita tidak perlu kecewa atau merasa kecil hati.

Kedua: selanjutnya bahasa Roh adalah sepenuhnya karunia atau pemberian Allah. Itu tidak dapat dipelajari atau diusahakan manusia. Tidak ada kursus bahasa Roh. Tidak ada kamus atau buku bahasa Roh. Jadi jangan mau tergoda atau terkecoh dengan orang-orang yang mengatakan dapat mengajarkan bahasa roh itu kepada Anda.

Ketiga: sebagaimana dikatakan ayat hari ini bahasa Roh adalah ditujukan kepada Allah. Hanya Allah saja yang mengertinya. Tidak ada manusia yang memahaminya. Sebab itu jika ada orang mendapat karunia berbahasa Roh dia tidak perlu mempertontonkannya atau mengucapkannya di depan orang banyak. Cukuplah dia menggunakannya di kamarnya saja, saat sendirian, kepada Allah. (Wajar dipertanyakan jika ada orang yang suka menggunakan bahasa Roh di depan orang banyak walau dia sudah jelas-jelas tahu tidak ada orang yang mengerti bahasa itu).

Keempat: berdebat terus-menerus tentang bahasa Roh tidak ada gunanya. Jika Anda seperti saya tidak memiliki karunia itu, berbahagialah dengan karunia-karunia yang ada. Lakukanlah tugas dan tanggungjawab Anda. Namun jika Anda memilikinya, bersyukurlah, dan gunakanlah bahasa Roh itu dengan benar, saat Anda berdoa sendiri kepada Allah. Tak perlu didengar orang banyak. Namun ada lagi yang terpenting: memiliki atau tak memiliki karunia bahasa Roh kita semua harus hidup dibawah bimbingan Roh Kudus dan menghasilkan buah Roh sebagaimana dikatakan Galatia 5:22-23: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Itulah tanda yang sesungguhnya Anda dikuasai dan dipenuhi Roh Kudus.

Doa:

Ya Allah, kami mensyukuri karunia-karuniaMu kepada kami. Ajarlah kami menggunakan pemberianMu sebaik-baiknya untuk kepentingan dan kesejahteraan bersama kami. Jauhkanlah kami dari egoisme. Penuhilah kami dengan kasih. Mulialah nama Tuhan melalui buah-buah hidup kami. AMIN.

(komentar boleh dilihat langsung di rumametmet)

Selasa, 12 Januari 2010

Ulahon sian las ni roham!

Di bona ni taon 2010 on mansai godang sihobasan. Boi dohonon gumodang do ulaon (kesibukan) di bona ni taon on sian na di bulan Desember 2009 na salpu. Angka on ma sihobasan i :


  1. Manusun Roster. Adong manang piga roster sibahenon songon dalan mangatur angka ulaon ni angka parhaldo di bagasan sataon manang sa-semester. 1)Roster parhobas ganup minggu (nunga sidung). 2)Roster Parhobas tu Partangiangan. 3)Roster Parhobas tu angka Kategorial. 4)Roster ni angka parmusik, song leader (molo on nunga pinasahat tu seksi musik).
  2. Padimposhon Buku Barita Jujur Taon 31 Des.2009. Nunga sidung nian dipatupa alai porlu adong angka sipadimposon asa songon na suman tongoson tu Resort, Distrik dohot Pusat.
  3. Mambahen Buku Kerja 2010. Mansai ringkot do Buku Kerja on, i ma Panduan Pelayanan na porlu botoon ni angka ruas hombar tu angka haputusan ni rapot huria. Isi ni Buku Kerja on i ma : 1) Program Kerja 2010. 2)Anggaran Huria 2010. 3)Daftar ni sude Parhalado dohot Ruas. 4) Hatorangan ni Taon Hajuarabagason HKBP 2010 dll
  4. Manusun Buku Ende Khusus Sikola Minggu. Rup mangula dohot angka Guru Sikola Minggu (GSM) laho mencetak BE Khusus sipangkeon ni Sikola Minggu. Sumberna sipilliton sian Buku Ende HKBP, Kidung Jemaat, Kidung Ceria dohot angka lagu anak sikola minggu na umum. Salose ma nian on di minggu paduahon Pebruari 2010.
  5. Pesta HUT-15 Tgl.07 Pebruari 2010. Ia sipatupaon di Pesta HUT 15 on i ma :
  • Kebaktian Minggu (Hundul ma i marsasaripe - sian dakdanak sahat tu na magodang). Masuk pukul 09.00 (dipasigop sian na somal masuk pukul 10.00). Sude punguan koor mangulon do marende di pesta i.
  • Rup Mangan (Makan Bersama). Dipatupa do acara makan bersama marhite na masiboan indahan, lompan dohot peralatanna be (piring, sendok dll). Holan lompan sangsang lomoklomok do diparade huria.
  • Pelean na Marhadohoan (Persembahan Khusus). Diparade huria ma amplop na adong kop pesta HUT 15, jala dibagi ma i tu ganup keluarga 1 amplop marhite sintua wiykna be.
  • Tortor/Hiburan. Dipatupa do di pesta on : 1) Tortor Parhalado. 2) Tortor Wiyk. 3.) Tortor Kategorial (SM, Remaja, Naposo, Ina, Ama). Jala molo adong angka na marende (vocal group, trio manang solo).
Asing ni na di ginjang i godang dope nian angka program siulahononhon. Soala gogo laho mangulahon i sude. Tongtong do ingkon marhaposan tu Tuhan. Mangula di porlak ni Tuhan sian las ni roha asa diurupi Ibana marhite tanganNa na gogo i, jala asa laos dipasupasu sude angka na niula dohot na sinangkapan. Marsangap ma Jahowa marhite angka panghobasionta be.

Satu di Dalam Kristus

Yohanes 17 :20-23
Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.


***
1. Secara keseluruhan doa Yesus ini terbagi atas 3 bagian yaitu :
  • Dalam 17:1-5, Yesus berdoa untuk dirinya sendiri, bahwa Bapa akan memuliakan Dia - menunjukkan kebesaran-Nya melalui kematian-Nya di kayu salib, kebangkitan-Nya, dan kembali kepada Bapa.
  • Dalam 17:6-19, Yesus berdoa bagi para murid-Nya - bahwa ketika ia mengirim mereka sebagai saksi-Nya ke dalam dunia yang bermusuhan, Bapa akan melindungi mereka dari penipuan si jahat melalui kebenaran Firman-Nya.
  • Dalam 17:20-23, Yesus berdoa bagi kelompok manusia yang jauh lebih luas.. Dia membagi seluruh umat manusia menjadi dua kelompok : Umumnya, Ia berdoa untuk orang Kristen (orang-orang yang percaya kepada-Nya) dan untuk dunia (orang-orang yang belum percaya kepada-Nya). Dia berdoa bagi orang Kristen untuk memiliki kesatuan, karena persatuan ini akan memberikan bukti yang paling kuat kepada dunia bahwa ia adalah Juruselamat dunia.
2. Kita perlu memahami kesatuan seperti apa yang yang diinginkan Yesus dalam doa-Nya ini. Pertama : kesatuan organisasi. Banyak gereja memahami doa Yesus ini sebagai kesatuan organisasi (oikumene). Usaha kesatuan ini sudah lebih 20 abad diusahakan gereja-gereja namun hasilnya tidak begitu banyak menarik orang lain untuk semakin banyak percaya kepada Kristus. Saya rasa bukan kesatuan oragnisasi gereja-gereja yang diutamakan oleh Yesus dalam doa-Nya. Walaupun itu penting bagi kita.
Kedua : kesatuan spiritual.
Kesatuan spiritual yang dimiliki oleh semua orang Kristen adalah kesatuan kita secara pribadi kepada Bapa dan Anak. Kita percaya ketika kita percaya kepada Yesus Kristus maka kita telah didiami oleh Roh Kudus. Ini yang disebut "kesatuan mistis" dimana kita menagalami hubungan spiritual yang tinggi kepada Tritunggal. Hal ini juga sangat penting dimiliki oleh setiap orang percaya. Namun sekali lagi doa Yesus bukan menekankan kesatuan seperti itu. Karena apa, umumnya kesatuan kita yang seperti itu tidak terlihat. Hanya kita sendiri yang merasakan hubungan itu.
Ketiga : kesatuan hubungan antar setiap orang Kristen. Yesus menekankan hubungan-Nya dengan Bapa adalah didasarkan pada KASIH. "...Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku (ay.23). Allah mengasihi orang-orang percaya (Kristen) sama seperti Ia mengasihi Yesus. Kesatuan kita dengan Kristus itu bisa dilihat, diamati dan ditonton orang lain (non Kristen), di mana kita hidup dalam persekutuan indah yang diikat oleh kesatuan dalam kasih Kristus. Tugas kita adalah menampilkan kasih Allah yang unik di antara sesama orang percaya, supaya orang lain (yang belum percaya) tahu betapa kasih Allah kita di dalam Kristus sungguh berbeda. Dia ingin kita saling mencintai satu sama lain dengan cara yang sama bahwa dia mengasihi kita sehingga mereka yang tidak mengenalnya akan mengenali kita sebagai pengikutNya, dan ditarik untuk percaya kepada-Nya juga.

3. Ilustrasi :
Kesatuan itu menarik! Sama seperti dalam lagu, ada pesan melalui kata-kata / liriknya.
Ada medianya yaitu musik yang menyertai liriknya. Sebuah lagu dapat memiliki pesan besar - tetapi jika medianya (musik) tidak menarik, sangat sedikit kemungkinan menerima dan mengingat pesannya (lirik).
Sama seperti lagu, menarik jika musik atau medianya bagus. Kita adalah media untuk menyampaikan pesan itu yaitu kesatuan dalam Kristus. Kalau medianya menarik maka pesan akan sampai kepada orang lain. Kalau orang Kristen hidup dalam kasih persaudaraan yang tulus akan banyak orang menjadi percaya. Tapi kalau medianya rusak, terjadi perpecahan, perseteruan dan saling menghakimi, coba kita banyangkan apa yang terjadi!

Rabu, 06 Januari 2010

Tangiang Gossap (Gocap)

Oleh : Hendry Lumbangaol

Ise mandok na mura-mura martangiang i?. Molo ni ingot najolo, nunga bajar-bajar / remaja iba, alai anggo tangiang holan tangiang si opat hata i do tangiang mangan. Sahat tu saonari, olo do sipata tangiang on nidokkon asa humatop. ” Ale Tuhan Pasupasuma sipanganonon, amen”. Lima hata dohot amen-na. Ia so i, ” met-met au on” ujungna marmetmet ma torus.

Songoni nang amaniGokholong. Ra, dang sangka roha ni donganna sa punguan ama, naso hea dope ibana mambaen tangiang di jolo ni loloan natorop. Pamotoan ni halak, molo nga masuk tu punguan ama, manang na bohape dah, nda nga haparbaga mambaen tangiang?.

Di gorahon si baen acara ma asa ibana martangiang, ima tangiang pangondianon. Diranap tu siamun, tuhambirang, ba sude donganna unduk, hohom. Ia didok, unang ma au, songon na bakkol rohana mandoksa. Dang dialusi, sip. Mardalan ma ulaon i, sian na marende pamuhai sahat rodi na marjamita.

Dipatupa punguan ama do ulaon martabbaru hatiha i. Jala marpungu do sude punguan parende koor ama dohot ripena di jabu ni katua, ima amanTure.

Tikki marjamita dope amanta pandita, nunga sai busisaon amaniGokholong di hundulanna. Marhite partording ni ulaon, sippul jamita annon, marende saayat dungi martangiang ma, ima tangiang pangondianon. Manetek ma hodokna, bolon-bolon, alai dang alani mohop ni ari. Alani tangiang on do.

Ditobbis ma nanget amanSumurung.

“Lae, hamu ma jo gattikku bah, batuhon au”
“Hamuma, apala hamu nakkinon didok katua i, ” ninna, tong marhusip nasida nadua di sugut-sugut i.
“Nga pailahon on”
“Boasa pailahon”
“So huboto martangiang, olo mate ditonga dalan innon tangiang i, suttol”. Di ingot ibana, hea martangiang di loloan na torop. Holan didok amen, mekkel jolma i mambege tangiang i. Mandok "ale Tuhan .....", didok ibana "Ale, tulang...." Dungi muse hea didok" Ale tuhan, ramoti hamu, naeng mulak hami tu hitaan....." ninna. Tikki lao ibana mangebati pamilina tu Jakarta.

“Hamu nian, geok nai..” ninna amanSumurung.
“Olo, lae, pangidoanhu, unang paila hamu au”
“Bah,..nga gabe tu roha, situtu do…?”
“Olo lae”
“Toe ma molo buti, alai marupa do na loja dah..”
“Eh..lae on nian”
“Olo, dia ma gossapan i”
“Bah, ai basa gabe tusi??”
“Ba unang, molo dang olo hamu, ba baen hamu ma tangiang i, dang na mamaksa au” ninna huhut serom otik, sipata dibereng tu amanta Pandita na marjamita i.

Naeng-naeng sidung nama jamita on, dibege ma dijahahon amanta pandita, ima panimpuli ni jamita, ba tamba ma hodok ni amaniGokholong. Maup!, narohana. Dibereng tusiamun, ba nunga martangiang pamuhai, nakkinon, dang toho be molo amaniMarolop muse mambaen tangiang on, ai ibana do tangiang pamuhai. Holan amaniSumurung nama na boi.

“Boha do lae, tangiang nama dah..”
“Olo, situtu do on, diama gossapan i”

Ai nunga ubborat namartangiang sian arga ni gossapan i, gabe dang tarjuasa be ujungna didadap amaniGokholong ma sakku ni jasna. “Tolupulu nama lae, boha do i?”

“Satonga tangiang…”
“Unang jo gait lae, eah…nga amen neh” ninna amaniGokholong, ala dibege hata amen didok pandita. Jala ditorushon panditai tangiang songon paonimpuli ni jamita i.
“Hamuma dah, molo dang adong gossapan i, ba baen hamuma tangiang i”
“Dang boi marsiurupan be hape” ninna amaniGokholong, huhut dilean gossapan i.
“Dang sipaulak dah” ninna amanSumurung.

Dijouhon protokolma sian jolo.

“Tangiang pangondianon sian sahalak anggota”
Ba, sude do attong mamereng tu amaniGokholong, jala mangarade lao martangiang, diloppit be tanganna.

Tor jonjong ma amanSumurung, didok ma “Martangiang ma hita, ale amanami…….” longang jala sukkun-sukkun dongan ama, ai boasa dang amaniGokholong sibaen tangiang. Alai, ala nunga dihojor amanSumurung na martangiang i, ba dang adong na manukkun be. Dibagas rohana be ma disukkun.

“…..Amanami, Debata nami, hurang malo do hami mangido doppak ho, akkup ni i, ajari hami. Ajari hami martangiang, mangido, nang mamuji goarmu marhite tangiang nami. Molo tung pe adong na hurang malo martangiang, suru ma tondi porbadia mi tu ganup hami, lao mangajari hami……..dst, amen”

Holan dibege amanGokholong isi ni tangiang i, tartoppuk addora ma ibana. “Bah, na tu au nama tangiang on, ai ikkon marhite tangiang do pailaon ni bayon au?, nga binayar gossap, hape tong pailahon” ninna di bags rohana.

Dukkon didok amaniSumurng amen, bah pittor toppu ma didok amaniGokholong. “Botul-botul do na pailahon ho bah, nga binayar gossap hape ikkon tiktikkononmu tu jolma torop naso binoto martangiang”.
“Bah, ai tangiang tu Debata do i, datung tu ho, anungi manangiakkon akka na asing muse”
“Olo ma, paulak i hepeng i, nga maila iba” ninna

Ujung na gabe habotoan ma tu dongan ama na asing, na binayar gossap do tangiang i. Adong ma dongan na asing mandok “Toe ma lae, paulak dua pulu ribu, tolu pulu ma tangiang mi..” huhut mekkel nasida. Alai anggo amaniGokholong, dang boi mekkel be... (http://latteung.wordpress.com)

Senin, 04 Januari 2010

Menjadi Saudara Yesus Kristus!

Matius 12,46-50

Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia. Maka seorang berkata kepada-Nya: "Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau." Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: "Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?" Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."


***

1. Hal terindah dalam hidup ini adalah memiliki sebuah keluarga. Apalagi keluarga yang bahagia, rukun dan damai - seperti idaman semua orang. Keluarga adalah sumber dari cinta kasih dan penerimaan. Keluarga juga merupakan benteng dari dukungan dan dorongan. Keluarga secara fisik biasanya karena ada hubungan darah, atau marga yang sama, suku yang sama, kelompok yang sama dll. Di dalam Yesus Kristus, kita adalah keluarga secara jasmani dan rohani.


2. Siapa saja yang disebut sebagai Keluarga Kristus?

  • Ibunya, Maria dan Saudara-saudara-Nya (Laki-laki dan Perempuan). Semua keluarga dalam hubungan sedarah.
  • Murid-murid-Nya. Yesus menggunakan kesempatan ini untuk mengidentifikasi para murid sebagai milikNya, keluarga sejatiNya.
  • Gereja-Nya. I Tim 3 : 15, Gereja yaitu pribadi-pribadi orang percaya adalah anggota dan ahli waris keluarga kerajaan Allah.
  • Semua yang menaati Firman-Nya (ay.50). Semua orang menjadi saudara dalam Yesus apabila menaati setiap perintahNya. Yesus menjanjikan bahwa keluarganya akan ditentukan oleh ketaatan - bukan darah, bukan silsilah, bukan politik, bukan kekuasaan, dan bukan uang.

3. Siapakah saudaramu hari ini? Jika hanya keluarga jasmanimu saja, berarti kamu mementingkan dirimu sendiri. Jika kita menginginkan keluarga yang bertahan untuk selamanya, pastikan bahwa ikatan keluarga kita mempunyai ikatan spiritual yang memiliki iman bersama dan di dalam Kristus serta bekerja bersama-sama melakukan kehendak Bapa Sorgawi. Sebagai anggota keluarga kerajaan Allah, kita telah menjadi keluarga sejati di dalam Kristus. Tidak lagi terbatas oleh hubungan darah, kekeluargaan atau kelompok, tetapi untuk semuanya. Renungkanlah bahwa saudara kita di dalam Kristus adalah setiap orang (laki2 atau perempuan, anak-anak atau dewasa)jemaat yang Tuhan serahkan untuk kita gembalakan. Merekalah saudara sejati kita di dalam Kristus. Apa yang telah kita lakukan buat mereka? Apakah kita mengasihi dan mencintai mereka dengan sungguh-sungguh? Apakah kita mendorong mereka untuk melakukan kehendak Yesus Kristus? Tuhan Yesus mengingatkan kita bahwa kita semuanya adalah satu keluarga di dalam Dia. Anda, saya atau kita semua memiliki kesempatan oleh kasih karunia Tuhan dilahirkan ke dalam keluarga Allah yang indah ...!




Senin, 21 Desember 2009

Rame-Rame Berobat Gratis

Pada hari Sabtu, 19 Desember 2009 PGIW Banten bekerjasama dengan HKBP Salembaran untuk mengadakan pengobatan gratis kepada jemaat dan khususnya masyarakat sekitar Salembaran. Sekitar tiga ratusan orang rela mengantri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Ini kali kedua diadakan pengobatan gratis di wilayah Salembaran setelah yang pertama pada waktu Bakti Paskah bulan April lalu.

Menurut tim dokter, keluhan yang paling banyak dari masyarakat adalah penyakit gatal-gatal, batuk pilek, dll. Namun ada juga yang penyakitnya sudah parah, seperti yang dialami oleh seorang bapak tua yang mengalami tekanan darah tinggi, hampir struk. Untunglah dengan cepat dapat ditangani oleh dokter.

Acara seharusnya dimulai pukul 08.00 tapi karena ada kesalahan teknis, acara baru dimulai pada pukul 09.00 dan selesai pukul 14.30. Walaupun ada antrian, tidak menyurutkan keinginan masyarakat untuk berobat, mereka tetap sabar menunggu. Soalnya dari 4 orang dokter yang dipersiapkan ternyata hanya ada 2 yang datang. Kedua dokter inilah yang melayani sekitar 300 orang yang datang berobat. Saya yakin mereka pasti kelelahan, karena tidak sempat istirahat.

Setelah selesai Pengobatan Gratis, dokter menitipkan beberapa jenis obat umum seperti obat penurun panas, obat cacing, obat batuk pilek, vitamin dll. Siapa yang butuh obat minta saja kepada pendeta sinurat. Wah, terpaksa saya harus belajar tentang obat-obatan dan dosisnya... Siapa butuh obat cacing? Datang pada saya :-)

dr Nora sedang memeriksa pasiennya...

Masyarakat sudah datang sebelum jam 08.00

Kalau mau berobat mendaftar dulu dengan menunjukkan kupon

Apotek pengambilan obat

Selasa, 08 Desember 2009

SELAMAT ADVEN


SELAMAT MENJALANI MASA ADVENT
........
SAMBIL BERHARAP AKAN KEDATANGAN-NYA YANG KEDUA
SAMBIL BERHARAP MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK
SAMBIL BERHARAP NEGARA INI SELALU HIDUP DALAM KEDAMAIAN DAN KEADILAN
SAMBIL BERHARAP SETIAP KELUARGA YANG TERPECAH BELAH
BERSATU KEMBALI
SAMBIL BERHARAP DALAM KASIH DAN DAMAI MENANTI HARI NATAL,
TANPA SUNGUT DAN MERASA TERBEBAN
SAMBIL BERHARAP TERJADINYA PEMULIHAN ATAS DUNIA
YANG TELAH RUSAK DAN HANCUR


DATANGLAH YA TUHAN YESUS - MARANATHA


Minggu, 08 November 2009

Pendeta HKBP Resort Tangerang Kota Yang Baru

Setelah 3 bulan menunggu, akhiranya pengukuhan Pendeta HKBP Resort Tangerang Kota yang baru Pdt.DR M.F.Ladestam Sinaga,MTh dilaksanakan, kemarin minggu tanggal 08 November 2009. Pengukuhan dipimpin oleh Pdt. STP Siahaan,MBA selaku Kabid Marturia HKBP Distrik XXI Jakarta 3. Dalam khotbahnya yang memukau Pdt STP Siahaan, MBA mengajak jemaat untuk lebih giat dalam berdiakoni. Banyak orang beribadah dan berpuasa dengan motivasi yang salah. Berpuasa dengan tetap mementingkan diri sendiri serta ritual tanpa penyerahan diri menjadi munafik. Ibadah dan Puasa yang benar adalah "memerdekakan orang lain dari kemiskinannya". Dengan singkat inilah yang disebut berdiakoni. Ibadah tanpa diakoni tidak ada artinya. Khotbah dikutip dari Yesaya 58:4-12. Tugas berat ini juga diarahkan kepada pendeta resort yang baru, bahwa tugas berat menanti di Resort Tangerang Kota.

Dalam perkenalan kepada jemaat Pdt. Frans Ladestam Sinaga dengan nada kerendahan hati berkata "mabiar do ahu memikul ulaon i, atik tung ndang tarbahen ahu mangulahon pas songon na di rohamuna i", lanjutnya lagi "saya tidak punya target, paloas hamu ma ahu -mengalir seperti air- huulahon ulaon na pinasahat ni pimpinan tu hami lumobi na sian Tuhanta Jesus". Ternyata selama menjadi pendeta, Amang Pendeta Resort kita ini lebih lama mengabdi menjadi staf di kantor pusat HKBP. Dalam ibadah pengukuhan tersebut jemaat (punguan ina) HKBP Rumbai turut menyumbangkan lagu pujian. HKBP Resort Rumbai adalah tempat pelayanan Pdt. Frans Ladestam Sinaga sebelumnya.
Selamat datang, selamat melayani dan sukses buat Pendeta Resort yang baru. Tuhan memberkati pelayanannya di HKBP Resort Tangerang Kota.

::::::::::::::::::::::::::

Sabtu, 07 November 2009

Acara Pesta Peresmian Huria Na Gok HKBP Salembaran

PESTA PERESMIAN HURIA NA GOK DAN PEMBANGUNAN

HKBP SALEMBARAN RESORT TANGERANG KOTA

MINGGU XIX DUNG TRINITATIS

Tgl. 18 Oktober 2009


Thema :

GABE PARASI ROHA MA HAMU SONGON AMAMUNA

PARASI ROHA I (Lukas 6 : 36)

Sub Thema :

Marhite Pesta Huria Na Gok, HKBP Salembaran lam hobas pamajuhon ulaon asi ni roha (Diakonia) di tonga ni huria dohot masyarakat asa gabe pasupasu tu angka na humaliang.


I. PANGARADEON :

Ø Praeses, Pandita, Parhalado dohot Panitia Mangarade di Bilut Parhobasan.

Ø Prosesi Parhalado & Panitia, sude ruas jongjong.

Ø Ditingki Prosesi diiringi musik BE No. 585.

II. IBADAH ( L = Liturgis, H = Huria)

L : Huria ni Debata na dihaholongan ni Tuhanta Jesus Kristus, hami saluhut Parhalado, pasahathon tabe ma tu sude hamu ruas ni huria: Asi ni roha ma di hamu, jala dame na sian Tuhanta, ima na mangaramoti hita saluhutna.

H : Asi ni roha ma nang di hamu angka parhaladonami, jala dame na sian Tuhanta, i ma na mangaramoti hita saluhutna.

L : Dibagasan sadarion tung tama do hita mandok mauliate tu Debata, disaluhut pandonganion dohot pangaramotion ni Debata di sude pardalan ni ngolunta. Di ari sadarion dipaloas Debata huria-Na diojakhon gabe Huria Na Gok, i ma HKBP Salembaran. Saluhutna i tung asi ni roha ni Debata do i tu hita. Ala ni tapuji ma Tuhanta jala tasomba ma Ibana, taendehon ma “Sangap di Jahowa”

(mangendehon BE 585: “Somba ma Jahowa”)

Somba ma Jahowa Debatanta, Amen Haleluya

Sigomgom langit tano on ro di isina, Amen Haleluya

Beta hita lao marsinggang tu joloNa, Amen Haleluya

Na songkal jala nabadia do Jahowa, Amen Haleluta

Reff : Endehon Amen Haleluya, Endehon Amen Haleluya

Endehon Amen Haleluya, Endehon Amen Haleluya

L : Tung so tarasam hita do balga ni holong ni roha ni Debata, dibagasan pardalan ni ngolunta, jala tung so hasuhatan do denggan ni basaNa. Antong haholongi ma Debata sian nasa roham, sian nasa ateatem dohot sian nasa pingkiranmu. Robe ma hamu tu adopanNa jala somba ma Ibana.

J : (mangendehon BE 585: “Somba ma Jahowa”)

Pujima Jahowa Debatanta, Amen Haleluya

Parasi roha na sumurung do Ibana, Amen Haleluya

Taendehonma goar ni Debatanta, Amen Haleluya

Ala ni denggan ni basaNa na tu hita, Amen Haleluya

Reff : Endehon Amen Haleluya......

L : Pillit ma sadarion, manang na ise do sioloanmu: hagogoon portibion do manang Debata si lehon hangoluan? Pillit ma sadarion manang na ise si sombaonmu: debata sileban do manang Debata sitompa langit dohot tano.

H : Alai anggo au dohot donganhu sajabu, Debata do sioloan dohot sisombaon nami.

… jongjong …

H : (mangendehon BE 585: “Somba ma Jahowa”)

Sangap di Jahowa Debatanta, Amen Haleluya

Na bonar jala marmulia do Jahowa, Amen Haleluya

Tapatimbul ma goarni Debatanta, Amen Haleluya

Na tigor jala na sun gogo salelengna, Amen Haleluya

Reff : Endehon Amen Haleluya......

03. VOTUM – INTROITUS – DOA

L : Marhitehite goar ni Debata Ama dohot goar ni AnakNa Tuhan Jesus Kristus dohot Goar ni Tondi Parbadia na tunompa langit dohot tano on

.

H : Amen


L : Olophon ma Jahowa, ale sandok tano on! Oloi hamu ma Jahowa marhitehite las ni roha, ro be ma hamu tu joloNa marhitehite olop-olop.

H : Boto hamu ma on: Jahowa do Debata; Ibana jumadihon hita, jala Ibana nampuna hita, bahen bangsona dohot biru-biru pinarmahanNa.

L : Bongoti hamu ma angka bahalNa marhitehite hamauliateon, angka alamanNa marhitehite pujipujian, mauliate ma roha muna tu Ibana, puji ma goarNa. Haleluya.

H : (mangendehon) Haleluya-Haleluya-Haleluya

L : Martangiang ma hita: Ale Debata Amanami, mandok mauliate do hami tu Ho, di sude denggan ni basaM. Tung so tarasam do angka pambahenanMu, na mandongani dohot na mamasu-masu sude hami ruasMon. Sadari on dilehon Ho do las ni roha tu huriaM, HKBP Salembaran, na boi patupahon PESTA MANGOJAKHON HURIA NA GOK. Tu Ho do hami pasahathon parsombaon nami, ala sian tingki tu tingki, lam mangerbang huriaMon dohot panghobasionNa. Dilehon Ho do sada ni roha di sude ruasMu jala didongani Ho do nang angka parhalado laho marhaladoi huriaM. Antong sai saut ma harajaonMu dohot hamuliaonMu di huriaMon, dibagasan goar ni anakMu Tuhan Jesus Kristus, Sipalua hami. Amen.

— hundul —

04. Marende BE No. 743:1-2 “O Tuhan Togu-togu Ma Au”

O Tuhan togu-togu ma au, tu dalan lomo ni rohaMi

Raphon Ho sonang mardalan au, nang rahis maol sidalananki

TondiMi baen manggohi au on, margogoihon au na posoMon

Pasangap Ho di ngolungkon, paima sahat tu surgo au on


Panghulingi ma au o Tuhan, na rade tumangihon hataM

Sai tumpahi ruasMu Tuhan, na uasan nuaeng di hataM

Sai patau ma au on naposoM. Manjou halak na dao sian Ho

Ro di na so tumanda Ho, muba gabe pangoloi di Ho


05. MANJAHA PATIK

L : Tangihon hamu ma patik ni Debata i ma Patik Papituhon na mandok : Unang ho mangalangkup. Dia do lapatan ni i?

H : On do : Ingkon dihabiari rohanta Debata jala ingkon holong rohanta di Ibana, asa toman rohanta jala porman dohot pangalahonta ro di hatanta, ianggo angka naung marbagas i ingkon marsipahamaolan jala masihaholongan.

L : Antong rap mangido gogo ma hita sian Tuhan Debata!

H : Ale Tuhan Debata sai pargogo i ma hami, mangulahon na hombar tu patikmi. Amin.

06. Marende BE.No. 695 : 1-2 ”Jesus Tuhanku di Ho ma au on”

Jesus Tuhanku di Ho ma au on, asa mangihut tu Ho au tongtong.

Gohi rohangku ingani au on. Sonang di Ho tongtong.

O Tuhan togu ma au, O Tuhan togutogu ma au.

Gohi rohangku ingani au on, sonang di Ho tongtong

…jongjong…

Mansai godang do pardangolanki, tagan so Jesus dope tohaphi.

Disesa Jesus sude dosangki, gok dame rohangki.

Asi rohaNa di au. Tongtong asi rohaNa di au.

Disesa Jesus sude dosangki, gok dame rohangki.

07. PANOPOTION NI DOSA DOHOT BAGABAGA

L : Huria ni Debata na nihaholongan ni Kristus. Dibagasan unduk dohot serep ni roha, ro ma hita tu adopan ni Debata. Tatopoti ma dosanta tu Amanta Debata, jala tapangido ma hasesaan ni dosanta, dibagasan goar ni Tuhan Jesus Kristus Parasi roha i. Martangiang ma hita dibagasan rohanta be.

(… tingki na hohom… musik mangendehon BE. 683 sada ayat)

L : Ale Debata amanami na badia jala na gok asi ni roha, manang na piga hali hami ro tu adopanMu, huparhatopot hami do sude angka dosa-dosa nami na godang i. Tung mansai jotjot do hami manirpang sian dalanMu, ndang mangulahon lomo ni roham. Nuaeng ro hami tu joloM mangido asi ni rohaM: Sai sesa ma sude dosa nami jala unang paingotingot sude dosanami na godang i.

H : Ale Tuhan, asi ma rohaM di hami halak pardosa on!

L : Unang ma pabali hami sian adopanMu ale Jahowa, ala ni dosa dohot hajahaton nami. Alai marpamuati ma rohaM di hami. Huparhatopot hami do, jotjot do hami lilu songon biru-biru masitondong dalanna be. Ndang be hu ulahon hami lomo ni rohaM. Asi ma roham di hami ale Debata, jala sesa ma sude dosa nami.

H : (mangendehon BE.No. 683“DiadopanMu Jesus”)

Di adopanMu Jesus, lea tutu do diringkon

Dibaen godang ni dosangkon, diadopanMu Jesus.

L : Ale Tuhan Debata, Amanami, Parasiroha na sumurung! Na pungu do hami di joloM martangiang tu Ho. Ndada mangasahon hatigorannami, na mangasahon as ni rohaM na godang i do. Sai asi ma rohaM mida sandok bangsonami, sesa ma dosanami saluhutna. Sai sungguli ma rohanami, asa muba roha dohot pangalahonami, ala ni Tuhan Jesus Kristus Tuhannami, sipangoluhami.

H : (mangendehon BE.No. 683”DiadopanMu Jesus”)

DiadopanMu Jesus, tarsolsol bagi rohangkon

Muba ma au tu jolo on, diadopanMu Jesus

L : Huria ni Debata naung manopoti dosa, nuaeng tabege ma hata baga-baga ni Debata, taringot tu hasesaan ni dosanta: Songon on do hata ni Tuhan Jahowa: Nunga pola hupasisi angka pangalaosim songon ombun, jala songon ombun manorop angka dosam. Sai mulak ma ho tu Ahu, ai Ahu do sipalua ho. Hasangapon ma di Debata na diginjang!

H : Amen!!

… hundul…

08. K o o r : Pungan Ina HKBP Tangerang Kota

09. Marende NO. 697 : 4 “Molo Ho do huihuthon.”

Marparange na badia ma au diadopanMi,

Sai patau ma au tiruan, songon pinangidoMi.

Hotong tong ihuthonongku, Jesus na palua au

Ho sambing do oloanhu ala nii martua au

10. Manjaha Epistel : 2 Timoteus 4 : 1-5

L : Turpuk Epistel di Minggunta sadarion, i ma na tarsurat di 2 Timoteus 4 : 1-5, songon on ma didok disi :

Di jolo ni Debata dohot Kristus Jesus, na ro manguhumi angka na mangolu dohot na mate, huhatindangkon nang hapataronna, nang harajaonna.

H : Jamitahon hata i, hajongjongkon di tingki na une nang so une; pinsang, paingot, apoi marhitehite nasa lambas ni roha dohot pamodaion.

L : Ai na ro ma tingkina, ndang tartahan halak disi poda na tingkos i; alai mangihuthon hisaphisap sandiri ma alaponnasida pangajari na pageokgeokkon pinggolnasida.

H : Taitonnasida ma pinggolnasida sian hasintongan i, laho paelengkonsa tu angka turiturian.

L : Alai anggo ho, sandok unang ma mabuk roham, taon ma na jat i; radoti na tama ulaon ni parbarita na uli; sahat ula tohonanmi!

I ma sahatna! Martua do angka na tumangihon hata ni Debata jala na umpeopsa.

H : Amen !


11. K o o r : CCS Dian Harapan


12. Marende BE No. 714 :2+4

Tuhan parmahan haposan dongan na sumurung i.

Sai padao pangunjunan togu ma na lilu i.

Tuhan Jesus Sipalua pasupasu ruasMi.

Tuhan Jesus Siparmahan pasupasu ruasMi

...jongjong...

Pabotohon ma tu hami siradotannami i.

Tuhan gohi rohanami dohot haholongonMi

Tuhan Jesus Sipalua, ndnag tarasam holongMi

Tuhan Jesus Sipalua, ndnag tarasam holongMi

13. MANGHATINDANGKON HAPORSEAON

L : Hamu angka dongan ! Rap dohot angka donganta sahaporseaon di sandok portibion, tahatindangkon ma hata haporseaonta i, rap ma hita mandok:

H : Ahu porsea di Debata Jahowa … dst.

— hundul —

14. K o o r : Punguan Ama Tanahtinggi Tangerang Kota

15. TINGTING

16. TANGIANG PANGONDIANON

17. K o o r : Elshaday Tangerang Kota

18. Marende BE No. 826 : 1 ... ”Gohi au Tuhan”

[ PELEAN 1A & 1B ]

Gohi au Tuhan marhite hataMi

Gohi au Tuhan marhite hataMi

Songon hudon na rumar do au Tuhan di sumurMi

Gohi au Tuhan marhite hataMi

…musik…

Gohi au Tuhan marhite hataMi

Gohi au Tuhan marhite hataMi

Na mauas do tondingku O Tuhan di HataMi

Gohi au Tuhan marhite hataMi

…musik…

Gohi au Tuhan marhite hataMi

Gohi au Tuhan marhite hataMi

Asa tang jala matoras au marhite HataMi

Gohi au Tuhan marhite hataMi

…musik…

19. Jamita : 2 Musa 4 :10-17 (Pdt.Dr.Lukman Panjaitan)

20. Marende BE No. 720 : 1... ”Naeng marsinondang ngolungku”

[PELEAN TUMPAK TU PESTA HURIA NA GOK]

Naeng marsinondang ngolungku, diigil Jesus i

Manang didia pe ahu, tongtong huingot i.

Ref. Tiur marsinondang, i do niigil ni Jesus.

Tongtong marsinondang, panondang do au tutu

…musik…

Ingkon hobas mangurupi angka na gale i.

Jala burju manghobasi songon Tuhanta i.

Ref. Tiur marsinondang...

...musik...

Tuhan urupi ma ahu, sai jaga rohangki.

Asa marsinondang ahu, Ho naeng tiruonki.

Reff. Tiur marsinondang...

...musik...

Naeng oloanku Tuhanku, saleleng ngolungki

Sogot di surgo endengku , pasangap Tuhan i.

Ref. Tiur marsinondang...

..musik..


ACARA MANGOJAKHON HURIA

(Ni uluhon ni Praeses)

  1. Marende No. 123 : 1 ”Jesus Raja ni Huria”

Jesus Raja ni huria, na porsea na badia, pasupasu ma au on.

Sai sungguli ma rohangku, mangihuthon Ho Rajangku.

Pargogoi ma au tongtong, pargogoi ma au tongtong.

  1. Manjaha Sejarah Gereja HKBP Salembaran (Uluan Huria : Pdt.Z.Sinurat)

  1. Praeses : Huria ni Tuhanta, tolu do sintuhu ni ulaon ni huria, i ma : Marsaor, Marpanindangi, dohot Manghobasi dibagasan hata ni Debata. Tadok ma mauliate tu Debata ala dipasupasu hurianta patupahon i. Asa lam ture panghobasion, asa lam matoras haporseaon , jala asa marparbue hata ni Debata di angka ruas ni huria, dipajongjong do huria. Domu tusi do na tahalashon sadari on, i ma peremian HKBP Salembaran gabe huria na gok di HKBP. Domu tu peresmian ni angka huria on, tabege ma jolo Aturan dohot Paraturan ni HKBP taringot tu Huria dohot sihobasanna.


  1. Manjaha ”Aturan dohot Paraturan HKBP” (Dijahahon sahalak Parhalado Resort)

a. Huria marsadasada i ma parsaoran ni manang piga ruas ni HKBP di sada inganan na tontu niuluhon ni uluan ni huria marsadasada.

b. Syarat pajongjonghon huria na mamungka :

1. Adong surat pangidoan tu huria na jumonok, manang ringkot mangihuthon panimbangion ni parhalado partohonan.

2. Adong inganan parmingguan

3. Adong parhalado

4. Adong tangkas na manguluhonsa hombar tu Aturan dohot Paraturan HKBP

5. Adong surat pangokuan unduk tu aturan paraturan HKBP na hinatindanghon ni sude ruas naung manghatidangkon haporseaon

6. Saleleng so digohi angka syarat na di ginjang i, rajuman ma i songon sada parmingguan

7. Dung digohi syarat na di ginjang i , praeses ma mangaresmihon asa gabe huria tinolopan ni Uluan HKBP

c. Sihobasan ni Huria :

1. Pahembanghon dohot pahinsathon ngolu partondion dohot pardangingon ni uras.

2. Pabangkithon angka parhalado

3. Pasauthon Konfessi, Ruhut Parmahanion dohot Paminsangon HKBP, Aturan Peraturan HKBP dohot haputusan di rapot HKBP.

4. Paborhathon utusan tu angka ulaon di HKBP

5. Paradehon pertapakan dohot bangunan gereja dohot bangunan na asing dohot nasa na ringkot di huria.

6. Manarihon angka na ringkot tu resort

7. Pahembanghon dohot pahinsathon parsaoran na denggan dohot dongan sahaporseaon nang masyarakat dohot lingkungan na humaliangsa.

8. Manghobasi ulaon huria marhite angka parhalado.

5. Praeses : Angkup ni i, tabege ma surat keputusan ni Ephorus HKBP taringot tu HKBP Salembaran. (Jinahahon ni sahalak Parhalado Resort)

(Sidung majaha SK, jongjong Pelaksana Pandita Resort, Uluan ni Huria rap dohot Parhalado di jolo mardompakhon Praeses, jala sude ruas ni huria HKBP Salembaran jongjong di inganna be)

6. Praeses : Hamu Parhalado dohot Ruas ni HKBP Salembaran, nunga dibege hamu Aturan dohot Paraturan HKBP taringot tu parjongjong dohot sihobasan ni huria. Antong husungkun ma hamu nuaeng : ”Na olo do hamu unduk tu Aturan dohot Paraturan ni HKBP?”

Parhalado + Ruas : ” Na olo do hami, sai dipargogoi Tuhan i ma hami mangulahon saluhutna”

Praeses : Marhitehite Goar ni Debata Ama, Anak dohot Tondi Parbadia, ahu Praeses HKBP Distrik XXI Jakarta 3, atas goar ni Ephorus, mangojakhon Huria Kristen Batak Protestan Salembaran gabe huria na gok di HKBP, na maruluan tu Ephorus HKBP di kantor pusat HKBP Pearaja Tarutung. Amen !

(Praeses pasahathon SK Ephorus HKBP, dung i hundul ma parhalado tu ingananna be)

  1. Mandok Hata

A. Sahalak Mewakili Undangan

B. Sahalak Mewakili Parhalado/Ruas

C. Sahalak Mewakili Parhalado Resort

  1. Marende BE No. 123 : 5 ”Jesus Raja ni Huria” ...jongjong...

Sai pauli huriaMu, asa lomo ni rohaMu. Jumpang Ho di ruasMi. Angka na serep marroha, na magigi mida dosa, Ho ditiru sasude, Ho ditiru sasude.

21. Tangiang Panutup

- Tangiang Pelean

- Tangiang Ale Amanami

- Pasupasu

Amen... Amen ... Amen

III. ACARA PESTA

1. Kata-kata Sambutan

o Ketua Panitia

o Praeses HKBP Distrik XXI Jakarta 3

(Pdt. Dr. Lukman Panjaitan)

2. Lelang

3. Makan Bersama

4. Hiburan

5. Undian Kupon Sumbangan Kasih

6. Tortor

(urutan kegiatan pesta diatur oleh seksi acara)



-----------------------------------------------------------------------------

-----------------------------------------------------------------------------